KPH Dolago Tanggunung gandeng mitra pasarkan hasil hutan bukan kayu

oleh -

Palu-Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dolago Tanggunung Ceceng Suhana, Kamis(8/8) menggandeng mitra untuk bekerjasama memasarkan dan menyerap produk-produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) dalam meningkatkan kesejahteraan kelompok tani hutan binaan yang selama ini mengalami kendala dalam memasarkan produknya.

“Hari ini kami dari KPH Dolago Tanggunung mengandeng mitra yang bergerak dalam industri rotan untuk dapat menyerap produk rotan dari kelompok tani hutan binaan dan juga mengajak salah satu mitra ROA e-store yang merupakan market place yang memang konsern membantu memasarkan produk-produk lokal komunitas sebagai upaya untuk menyambung rantai pasar dari produk yang dihasilkan oleh kelompok binaan KPH Dolago Tanggunung,”Ungkap Ceceng Suhana.

Ia menambahkan dengan adanya kerjasama yang dibangun dalam sebuah kesepakatan maka masing-masing pihak siap mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor ekonomi berbasis masyarakat khususnya untuk komoditi HHBK berupa aren dan produk turunannya yang bersumber dari kerjasama pemanfaatan hutan dan kemitraan kehutanan di wilayah KPH Dolago Tanggunung.

“Selain dengan mitra swasta kami juga melakukan penandatanganan kerjasama dalam bentuk kemitraan kehutanan dengan dua kelompok tani hutan dari KTH Salubay Indah kerjasama berupa komoditi Pala dan Nilam dalam kawasan HPT seluas 80 Hektar, KTH Toata Mandiri dengan komoditi durian dan jahe merah di kawasan HPT seluas 131 hektar,”Sebut Ceceng disela-sela kegiatan pertemuan komite konsultatif Provinsi Sulteng di Hotel Jazz Palu.

Pada Kesempatan itu pula, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah Nahardi juga turut menandantangani nota kesepahaman antara kelompok tani hutan dengan KPH Dolago Tanggunung dan mitra swasta yang disaksikan oleh peserta pertemuan komite konsultatif Forest Investment Programme II.

Nahardi menyampaikan kerjasama-kerjasama yang telah dilakukan merupakan langkah maju yang telah ditempuh oleh KPH Dolago Tanggunung dalam mendukung produk-produk hasil hutan bukan kayu untuk dapat diserap dan dipasarkan sehingga memberikan dampak dari hasil pemberdayaan ekonomi bagi kelompok tani hutan yang selama ini telah menjadi binaan dan bekerjasama dalam tata kelola kehutanan.

“KPH terbuka untuk bekerjasama dengan pihak lain dalam rangka tata kelola kehutanan yang memberikan dampak terhadap pengelolaan dan pemanfaatan hutan secara berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”Tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *